Wednesday, February 28, 2018

Polemik Tiket Pantai Pink Terus Menuai Protes

Lombok Timur - Jalan terjal menuju kemajuan pariwisata Lombok Timur, bernama tiket. Sejak diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nomor 6 tahun 2016, tentang penarikan retribusi kawasan wisata hutan, terus menuai polemik dan kritikan.
Diberlakukannya Perda untuk retribusi di Pantai Pink, Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur (Lotim), terus menuai protes dari pengunjung pantai tersohor tersebut. Berdasarkan Perda itu, untuk memasuki Pantai Pink, Pengunjung diwajibkan membayar retribusi Rp. 50 ribu perorang untuk wisatawan mancanegara, Rp. 10 ribu perorang untuk wisatawan lokal dan Rp. 5 ribu untuk kalangan pelajar.

Mahalnya tiket masuk terus menjadi sorotan, tidak hanya dari pengunjung, namun juga dari agen Travel dan DPRD Lombok Timur. Sandi, salah seorang pengunjung Pantai Pink, mengatakan minimnya sosialisasi pihak terkait menjadi kendala ketidaknyamanan Masyarakat atas penerapan Perda tersebut. Sehingga wajar, masyarakat melayangkan protes dan penolakan. Disamping itu, minimnya fasilitas infrastruktur dan tidak adanya fasilitas mendukung di area pantai, juga menjadi alasan penolakan mahalnya masuk ke Pantai Pink.

"Penerapan biaya tiket masuk terlalu mahal. Karena sebelumnya, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp. 5 ribu persepeda motor, tidak perorangan. Dan Rp. 10 ribu untuk mobil,. Namun, tiba-tiba naik derastis hingga 10 persen tanpa ada sosialisasi, membuat masyarakat heran," keluhnya.

Sementara itu, penjaga tiket masuk Pantai Pink, Indar mengaku, setelah diberlakukannya Perda 6 tahun 2016, tersebut tingkat pengunjung turun drastis, dari sebelumnya, pengunjung biasa mencapai 500 orang pada hari libur dan ratusan orang pada hari biasa. Setelah diterapkannya, penurunan pengunjung turun 50 persen.

"Sekarang ini, tingkat kunjung untuk hari libur saja mencapai 80 orang hingga 100 orang. Sementara untuk hari biasa, bisa mencapai 30 sampai 50 orang. Selain itu, banyak pengunjung memilih balek arah, terutama masyarakat menggunakan rombongan," katanya memelas.

Polemik, mahalnya tiket masuk Pantai Pink, juga menjadi sorotan Komosi IV DPRD Lombok Timur, dengan terjun langsung ke lokasi, bersama dinas Kehutanan Provinsi NTB. Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi SDA Ekosistem Dinas Kehutanan Provinsi NTB, Mashal, menegaskan, penerapan Perda tersebut guna mencegah adanya pungutan liar di kawasan hutan wisata. Tidak sedikit masyarakat mengeluhkan, adanya Pungli di Pantai Pink.

Sehingga Alternatif untuk menghindari adanya Pungli, diterapkan Perda 6 tahun 2016. Perda tersebut diterapkan secara menyeluruh, tidak hanya bagi Pantai Pink, namun semua kawasan Hutan Wisata. "Karena poduk baru, sehingga membuat masyarakat menilai biaya tiket masuk mahal," jelasnya saat anggota DPRD Lotim mengunjungi pantai Pink, belum lama ini.

Selain itu, Perda tersebut juga merupakan MoU, semua Kepala Daerah. Namun untuk hal ini, hanya kepala Daerah Lombok Timur tidak melakukakan penandatangan MoU tersebut. Pantai Pink,  yang masuk kawasan hutan, tentu meliki aturan khusus sesuai perundang-undangan yang berlaku.

"Kami senang anggota DPRD Lombok Timur bisa memberikan atensi dan perhatian terhadap keluhan masyarakat ini," sambungnya. Pantai Pink, lanjutanya, dalam perkembangannya nanti jangan sampai terkesan berjalan sendiri-sendiri. Karena masuk kawasan Hutan, harus berhati-hati agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Di tempat yang sama, ketua Komisi IV DPRD Lombok Timur, Hasan Rachman, meminta agar semua pihak colling down untuk sementara waktu, terkait persoalaan ini. Namun dari keluhan pengunjung atau masyarakat, hanya memperotes mahalnya tiket masuk di Pantai Pink.

Diharapkan, agar Dinas Kehutanan NTB bersama Pemvrop bisa merivisi Perda tersebut, karena memberikan masyarakat. Nilai masuk kawasan wisata, seharusnya bisa dibarengi dengan fasilitas yang memadai. "Namun untuk di Pantai Pink, selain infrastruktur jalan yang sangat meperihatinkan, juga minimnya fasilitas di Area Pantai," Tandasnya.
Previous Post
Next Post

post written by:

Sarjana Pengangguran-adalah Kami yang senang menulis sebuah opini dunia,
berita dunia yang mungkin dapat memberikan informasi yang akurat bagi para pembaca.
Dan pada blog bintangrinjani.zone.id/ ini tempat Kami saling bertukar fikiran dengan para Sarjana yang mungkin saat ini masih senang menganggur.
Dan Kami adalah segumpalan semangat bagi para Pemuda yang mungkin saat ini sedang dalam Keterpurukan.
"Mari Bangkit Bersama" dan "Semua Akan Indah Pada Waktunya"

Comments
0 Comments

0 comments: